Kamis, 16 Mei 2019

Cara Aman Menggunakan Panci Presto

Kamu pasti tau dengan bandeng presto yang kesohor itu kan. Yup, makanan yang menjadi oleh-oleh khas Kota Semarang ini sangat digemari, karena rasanya yang nikmat dengan duri-durinya yang lunak. Duri yang banyak pada ikan bandeng bisa lunak karena dimasak dengan cara dipresto. Karena itulah namanya bandeng presto.

cara aman menggunakan panci presto
Panci presto
Sejak itu lah memasak dengan cara dipresto jadi populer. Tak hanya pada ikan bandeng, memasak dengan cara dipresto juga diterapkan pada bahan makanan lainnya, seperti ayam, daging sapi, dll. Berbagai macam produk panci presto pun bermunculan, dan laris manis dijual di pasaran.

Sebenarnya pressure cooker sudah lama ada, yaitu sejak tahun 1915. Baru di tahun 1938, pressure cooker dalam bentuk panci dikenalkan oleh Alfred Vischler dalam sebuah Pameran Perdagangan Kota New York. Ini merupakan fast cooker pertama yang dirancang untuk bisa digunakan di rumah.

Presto adalah proses memasak dengan uap air yang bertekanan tinggi, dengan keadaan panci yang dapat dikunci rapat. Kelebihan memasak dengan cara dipresto ini adalah proses memasak jadi lebih cepat. Makanan yang bertekstur keras dapat dilunakkan dalam waktu yang singkat, sehingga kita bisa lebih hemat, baik waktu maupun penggunaan bahan bakar. Selain itu lebih sehat juga karena proses masaknya yang cepat, sehingga kandungan nutrisi yang ada di dalam masakan tetap terjaga.

Ada kelebihan, maka ada juga kekurangan dari cara memasak presto ini. Perawatan panci presto harus benar-benar diperhatikan. Bersihkan setiap bagiannya dengan telaten. Selain itu, bagi yang belum mengerti atau pemula, harus bisa memperkirakan berapa lama suatu jenis bahan makanan harus dipresto. Salah-salah dagingnya bisa hancur karena kelewat empuk. Berikut acuan untuk menentukan lama waktu presto masing-masing bahan makanan (waktu mulai dihitung saat sudah terdengar suara mendesis dari panci).

Daging kambing ± 25 menit
Daging sapi ± 20 menit
Daging ayam ± 10 menit
Daging ikan ± 5 menit. Jika sampai tulangnya lunak 1 hingga 2 jam. Jangan lupa gunakan alas agar ikannya tidak lengket.
Kacang ijo ± 10 menit (tanpa direndam)
Kacang merah 15 hingga 20 menit (tanpa direndam)
Beras 3 hingga 5 menit

Untuk lebih aman, sebenarnya cara menggunakan panci presto sudah tercantum pada masing-masing kotak kemasan atau pada buku petunjuk. Standarnya cara membuka panci presto adalah dengan menggeser pegangan tutup panci berlawanan dengan arah jarum jam, kemudian diangkat. Oya, pastikan bahan masakan yang dimasukkan tidak memenuhi ruangan dalam panci ya. Sisakan ruang untuk uapnya nanti. Maksimal banyaknya bahan masakan itu 2/3 dari ruang panci.

Cara menutupnya kebalikan dari cara membukanya tadi. Namun pastikan agar tanda segitiga pada tutup panci harus sama dengan tanda segitiga pada gagang panci. Tutup hingga pegangan tutup panci sejajar dengan pegangan pada panci presto. Pada awal memasak gunakan api besar. Jika sudah terdengar bunyi mendesis panjang, baru kecilkan api, dan mulailah menghitung waktunya.

Warning! Jangan membuka tutup panci presto sebelum mengeluarkan uapnya terlebih dulu! Bahaya!

Pastikan agar air di dalam panci jangan sampai habis atau kering ya, karena dapat merusak panci dan membuat masakan jadi hangus. Jika dirasa waktunya sudah cukup, matikan api, dan tunggu sekitar 5 menit. Baru setelah itu angkat, dan miringkan katup pengaman besar hingga bendol kecilnya turun. Tutup panci baru boleh dibuka jika tidak ada lagi suara mendesis atau uap yang keluar.  

Gimana kalau saat sudah dibuka ternyata masakannya belum matang? Silakan masak kembali menggunakan panci prestonya. Pastikan air dalam pancinya masih ada. Tambahkan kembali jika airnya sudah tinggal sedikit. Baru kemudian masak kembali. Ikuti cara yang sama dengan cara pertama masak tadi. Begitu cara aman menggunakan panci presto. Selamat mencoba dan selamat memasak ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar